Proses Pengecoran Jalan Beton agar Kuat Tahan Lama

Proses Pengecoran Jalan Beton agar Kuat Tahan Lama

Beberapa tahun terakhir, pengecoran jalan beton jadi alternatif yang banyak dipilih. Pengecoran menggunakan bahan beton berkualitas atau beton ready mix jadi alternatif material modern saat ini. Jalan dari beton jauh lebih kuat dan unggul daripada aspal, sehingga tidak heran banyak yang memilihnya. Namun, untuk menciptakan jalan yang kuat dan tahan lama, proses pengerjaannya harus benar. 

Bagaimana proses pengerjaannya yang benar? Simak tahapannya dalam artikel ini. 

Proses Pengecoran Jalan Beton yang Benar 

Beton jadi pesaing aspal dalam pembuatan jalan. Melansir Researchgate, beton jadi solusi yang baik karena ramah lingkungan, aman, dan memiliki sifat kekakuan yang sangat baik, sehingga tahan lama. 

Selama proses pengecoran berjalan dengan benar, maka jalanan dari beton dapat memudahkan aktivitas manusia. Berikut ini proses pengecoran jalan beton yang benar:

1. Pembersihan Area Jalan 

Area jalan untuk pemasangan beton harus bersih agar jalan tidak retak atau erosi setelah pengecoran. Proses pembersihan ini perlu dilakukan secara teliti, supaya tidak ada kotoran yang mengganggu proses pengerjaan. 

Baik itu batu, kayu, atau sampah lainnya yang berpotensi merusak cor beton perlu diangkat. Permukaan rata pun harus menjadi rata sebelum pengerjaannya mulai.

2. Pemadatan Tanah 

Setelah memastikan kebersihan jalan, supaya tidak terjadi erosi tanah maka perlu ada tahapan pemadatan. Beberapa area jalan yang cekung perlu penambahan tanah supaya tidak miring. 

Apabila ada kelebihan tanah, maka perlu pengangkatan supaya menciptakan drainase aliran air yang baik. Pengangkutan tanah sebaiknya menggunakan truk agar bisa jauh dari area pengecoran. 

3. Pembangunan Pondasi Beton

Setiap pembangunan jalan beton, perlu ada pondasi yang kuat. Pondasi ini  menggunakan batu makadam dan juga urugan yang ketebalannya mencapai 30 cm. 

Selain batu makadam, ada juga lapisan sirdam untuk mengisi celah dari tumpukan batu. Pondasi juga akan melalui proses pemadatan menggunakan vibrator beton khusus. 

4. Pembuatan Tulangan Beton 

Tulangan atau kerangka beton berupa besi wiremesh yang akan menjadi decking. Ketebalan standar adalah 8mm dengan bentuk S, agar jalan menjadi kokoh dan kuat. 

Fungsi dari tulangan adalah untuk mengikat lapisan beton atas dan bawah, sehingga memperkuat usia jalan. Tanpanya, setelah pengecoran, beton bisa rusak bahkan hancur dalam waktu singkat. 

5. Pengecoran 

Pada tahapan ini, tinggal memasukkan adonan cor berupa beton atau beton ready mix ke area jalan yang sudah memiliki pondasi dan tulangan. Prosesnya akan menggunakan mixer pengaduk beton agar cepat. 

Selesai pengisian bahan cor beton, permukaannya akan ditutup dengan plastik atau karung agar beton cepat mengeras. Selain itu, perlu penyiraman air secara berkala untuk mendehidrasi beton agar kering sempurna. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *